Overblog Follow this blog
Edit post Administration Create my blog

Setiap Ibu Hamil Berisiko Mengalami Gangguan Placenta

October 28 2016 , Written by Alex Marcus

peran penting plasenta dalam menjaga kesehatan bayi dan ibu hamil membuat gangguan pada jaringan dapat menyebabkan komplikasi berbahaya yang dapat mengancam kehidupan. Memperhatikan jenis, faktor risiko, dan gejala sebelum terlambat. Plasenta mulai terbentuk di dalam rahim di awal kehamilan. Dalam plasenta, yang sudah dibuahi telur akan tumbuh dan selanjutnya mengalirkan darah dari ibu ke bayi, dan sebaliknya. Plasenta juga berfungsi untuk melindungi janin dari infeksi dan bakteri, serta berperan dalam memproduksi hormon. Dalam kondisi normal, plasenta akan menumpahkan 5-30 menit setelah lahir bayi.Umumnya plasenta terbentuk dan berkembang di tempat di mana telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim. Selain sebagai pemasok oksigen, knalpot karbon dioksida, dan penyedia nutrisi ke janin, plasenta juga memainkan peran penting dalam menyingkirkan "sampah" dari bayi darah plasenta.

Peran begitu penting untuk kelancaran kehamilan juga disertai dengan risiko gangguan. Oleh karena itu, telur asin penyelidikan dokter harus dilakukan secara teratur. Menyadari jenis Gangguan Untuk dapat mengantisipasi, wanita hamil wajib untuk mengenali berbagai jenis gangguan plasenta yang paling umum, seperti berikut.solusio plasenta (placental abruption) solusio plasenta adalah ketika plasenta meluruh, baik sebagian atau seluruhnya, dari dinding rahim yang terjadi sebelum waktu pengiriman tiba. Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada ketersediaan nutrisi dan oksigen ke bayi. Di sisi lain, solusio plasenta menyebabkan nyeri, perdarahan vagina, atau kram pada ibu. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga dapat membawa konsekuensi prematur.tenaga kerja plasenta previaKondisi terjadi ketika plasenta untuk menutup seluruh atau sebagian dari serviks.

Kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan parah di vagina sebelum melahirkan. Hal ini lebih umum pada tahap awal kehamilan dan dapat tumbuh seiring dengan perkembangan rahim. operasi caesar dapat dilakukan jika plasenta previa akreta terjadi selama berlangsung melahirkan.Plasenta ini adalah situasi ketika plasenta pembuluh darah tumbuh terlalu dalam di dinding rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan wanita mengalami perdarahan pada trimester ketiga dan kehilangan banyak pascabersalin darah. Sebuah kondisi yang lebih serius dapat terjadi ketika plasenta melekat pada otot rahim (plasenta inkreta) dan ketika plasenta tumbuh melewati dinding rahim (plasenta perkreta).

Situasi ini biasanya ditangani dengan operasi caesar dan, dalam banyak kasus rahim.Retensio diikuti oleh penghapusan plasenta (plasenta dipertahankan) retensi plasenta disebut jika jaringan masih melekat pada dinding rahim dan leher rahim terjebak di belakang setengah tertutup. Situasi ini menyebabkan plasenta tidak membusuk setelah 30 menit sampai satu postpartum jam. Jika tidak segera diobati, retensi plasenta dapat membuat ibu kehilangan banyak darah yang dapat membahayakan nyawa.insufisiensi plasenta (disfungsi plasenta) plasenta tidak berkembang dengan baik atau rusak merupakan salah satu komplikasi serius pada kehamilan.

Share this post

Repost 0
To be informed of the latest articles, subscribe: